Foto oleh: Kessiye, Some rights reserved.
Mumpung lagi di Solo, saya menyempatkan diri untuk menjelajahi toko-toko buku bekas di sekitar alun-alun. Tujuan utamanya: mengumpulkan novel-novel karya Abdullah Harahap. Itu proyek kecil saya bersama Ugoran Prasad (ketika catatan ini ditulis, saya baru dari tempat pernikahan Ugo dengan Nini Larasati, di gedung tempat saya menikah dua tahun sebelumnya; selamat menempuh hidup baru, Ugo!) dan Intan Paramaditha. Novel Abdullah Harahap tidak gampang ditemui sekarang ini. Meskipun langka, kenyataannya tak banyak juga yang mencari.
Ini katalog sementara novel-novel Abdullah Harahap yang ada pada saya, dengan sedikit catatan kondisinya:
read more »
Identitas Film Asia
(Sebuah Kasus: Akira Kurosawa)
Foto oleh: Darren Hester, Some rights reserved.
Majalah Time Asia, salah satunya memilih Akira Kurosawa sebagai bagian dari daftar “60 Years of Asian Hero”. Pertama-tama, tentu saja yang dimaksud adalah tokoh-tokoh Asia, berdarah Asia. Dalam daftar ini, juga terdapat animator ulung Jepang Hayao Miyajaki (sutradara Spirit Away), serta aktor Cina, Gong Li. Artikel mengenai Kurosawa di majalah itu dibuka dengan kalimat pembuka bahwa selama ini dunia tak mengenal kebudayaan Jepang selain beberapa patah kata serupa “harakiri” atau “sayonara”, hingga sebuah film Jepang memenangkan hadiah tertinggi di Festival Film Vanice: Rashomon karya Akira Kurosawa.
Dari ungkapan itu seperti jelas bahwa Rashomon dan Akira Kurosawa merupakan representasi kulutural Jepang, bahkan mungkin Asia.
read more »
Recent Comments