18  March  2008

Pangandaran: Berdamai dengan Laut

Sekali lagi, trauma masih ada. Penduduk di sekitar pantai kini jauh lebih mudah merasa panik hanya karena gelombang besar menghantam jalan raya di pinggir pasir. Padahal mereka tahu, gelombang seperti itu sudah sering terjadi, terutama di sekitar bulan purnama. Meskipun begitu, tidak saya lihat keputus-asaan. Seperti adik saya yang berani menggeluti usaha yang bukan bidangnya, penduduk kota itu juga tetap bertahan di sana — meskipun banyak hal telah hilang dari mereka: rumah, toko, bahkan mungkin sanak-keluarga.

11  May  2007

Mojave: Perempuan Tua di Belakang Konter

Barangkali, di Amerika, nama Indonesia hanya dikenal sebagai sesuatu yang jauh dan lampau. Entah kenapa, di atas batu-batu membara Mojave, itulah yang saya pikirkan. Padang batu ini, dengan ajaib bisa menghidupi orang-orang di sana, bahkan meski harus menyiram rumput setiap hari di oase-oase tertentu, demi ternak mereka. Sementara, di negeri saya yang hijau dan “tongkat kayu dan batu jadi tanaman”, kita kekurangan beras. Saya pikir, kita layak untuk tersenyum kecut. Sekecut-kecutnya.