25 May 2008
Foto oleh: Boby Dimitrov, Some rights reserved.
Seperti apakah Jawa? Seperti apakah Indonesia? Identitas kultural selalu merupakan medan di mana kehendak untuk mendefinisikan dan kehendak untuk melonggarkan batas-batasnya, selalu bertemu, jika tak bisa dikatakan bertarung. Denys Lombard sendiri, dalam Nusa Jawa: Silang Budaya, memperlihatkan betapa apa yang kita sebut sebagai Jawa tak bisa dikatakan sebagai sesuatu [...]
12 March 2008
Dalam salah satu karya pentingnya, Zur Genealogie der Moral, atau Asal-usul Moral, Nietzsche mengajukan satu perenungan: “Hanya sesuatu yang tak memiliki sejarahnya yang tak bisa dijelaskan.” Ia mengajukan satu pemahaman bahwa, moralitas sesungguhnya selalu memiliki konteks sejarahnya yang spesifik. Di dalamnya terdapat prinsip-prinsip dan aturan-aturan, yang kadangkala tak berhubungan dan malah inkonsisten.
04 February 2008
“Novel” di hari-hari sekarang ini mungkin merupakan barang remeh-temeh. Orang-orang membacanya di perpustakaan maupun di bangku bis kota. Sebuah karya klasik yang berat seperti Ulysses karya James Joyce maupun buku cerita misteri yang dijual di pinggir jalan seharga Rp. 3000 karya Tara Zagita, siapa pun akan sama menyebutnya: novel.
Bahkan di antara para penulis sendiri, istilah [...]
05 August 2006
Foto oleh ThunderChild5, Some rights reserved.
Sebagai salah seorang sastrawan Indonesia, menurut Umar Kayam, Pramoedya Ananta Toer merupakan seorang figur transisional. Umurnya di sekitar angka yang sama dengan kebanyakan sastrawan Angkatan 45, tetapi latar belakang pendidikan (di mana ia tidak termasuk yang bersekolah pada sekolah menengah Belanda) dan latar belakang budaya Jawa-nya yang begitu kuat, membuatnya [...]
12 December 2005
Bagian 1
“Bertahun lampau aku mencoba membebaskan diri darinya, serta melampah dari mite perkumuhan dan pinggiran kota ke permainan waktu dan ketakterhinggaan, namun permainan tersebut kini milik Borges, dan aku mesti merenungkan hal lainnya. Demikianlah hidupku merupakan suatu diri dan bayangan, sejenis fuga, serta sesuatu yang tertinggalkan - dan segalanya berakhir lenyap dariku, dan segalanya jadi [...]
30 October 2005
Lelaki tua itu sudah genap delapan puluh empat hari tak memperoleh ikan. Kita tahu itu merupakan pembukaan kisah Lelaki Tua dan Laut Ernest Hemingway. Kita juga tahu lelaki tua itu kemudian membuktikan dirinya masih nelayan yang boleh diperhitungkan. Setelah berhari-hari melaut, ia akhirnya berhasil mengalahkan seekor ikan marlin besar.
01 October 2005
”Aku menemukanmu dalam pelarian,” tulis Intan Paramaditha dalam pembukaan cerita pendek “Mak Ipah dan Bunga-Bunga”, (Sihir Perempuan, Kata Kita, 2005).
Foto oleh kevindooley, Some rights reserved.
Perhatikan dengan saksama kalimat pembuka itu. Siapa yang sedang dalam pelarian? Aku atau kamu, atau keduanya? Kalimat yang tak memberi kepastian apa pun seperti itu dengan mudah kita temukan dalam hampir [...]