18  December  2007

Bi wa Kizu and the Image of Cultural Globalization in Contemporary Japan

Photo by ahisgett, Some rights reserved.
Japan’s role in globalizing Asia has been widely recognized. Ever since the 1990’s, Japan has been exporting waves of it’s cultural products such as anime or animated films, television dramas, music, manga or comics, novels, and so on. These spreads of cultural products across the borders of Asia have sprung [...]

14  June  2007

Cantik Itu Luka Sebuah Terobosan Literer

Oleh: Titon Rahmawan, langitkubiru.blogspot.com

Foto oleh venkane, Some rights reserved.
Bagi saya, “Cantik Itu Luka” karya Eka Kurniawan adalah merupakan sebuah terobosan literer di dalam khazanah sastra Indonesia. Cukup lama saya merasa tak mendapatkan kepuasan optimum setiap kali selesai membaca sejumlah novel-novel karya penulis asli Indonesia, yaitu semenjak terakhir kali saya membaca “Olenka” karya Budi Darma. Dan [...]

27  March  2005

Novel “Cantik itu Luka” - Eka Kurniawan

Oleh: Wannofri Samry

Foto oleh: piccadillywilson, Some rights reserved.
Novel Cantik Itu Luka (2004) karya Eka Kurniawan bercerita mengenai keluarga besar Ted Stamler, seorang Belanda yang malang-melintang bekerja sebagai pejabat di akhir masa kolonial Belanda di Halimunda. Tempat itu adalah sebuah kota yang dilukiskan pengarang sebagai tempat menarik, penuh mitos dan begitu penting di ujung masa kolonial.
Tokoh [...]

29  August  2004

Dua Novel Pembunuh Bapak

Oleh: Aquarini Priyatna Prabasmoro

Foto oleh giopuo, Some rights reserved.
Dua novel Eka Kurniawan Cantik itu Luka (2002) dan Lelaki Harimau (2004) telah saya baca sambil mengingat Freud dengan cerita terkenalnya yang dinamai psikoanalisis. Untuk menjadi diri sejati, demikian kata Freud dalam cerita itu, seorang anak harus melepaskan diri dari ibunya, dari tubuh ibunya. Seorang anak laki-laki [...]

23  December  2003

Cantik itu Luka: Sebuah Catatan Perjalanan

Oleh: Nenie Muhidin, On/Off, 12/2003

Foto oleh ribena_wrath, Some rights reserved. 
Jumat, 10 Januari 2003, lepas Isya.
Pertama kali dia menyapaku dengan “Harusnya bisa”. Datar dia mengucap itu padaku sambil sedikit tersenyum. Tidak ngakak dengan gigi-gigi putih yang bersih. Itu dia ucapkan karena sebelumnya aku sempat ngomong “Mudah-mudahan kawan-kawan di Bandung bisa bekerja sama”. Ini soal rencana awak [...]

30  November  2003

Menulis Sejarah, Membangkitkan Tokoh dari Kubur

Foto oleh T. Keller, Some rights reserved. 
Dengan judul Cantik Itu Luka (CIL) dan desain sampul yang tidak memadai, kesan pertama yang muncul pada novel karya Eka Kurniawan ini adalah murahan. Namun demikian, kesan ini dengan cepat akan terbantah bila melihat ketebalannya. Novel debutan ini bahkan disebut-sebut sebagai yang terpanjang yang pernah ditulis dalam bahasa Indonesia, [...]

09  November  2003

Novel Cantik, Namun Menyisakan Luka

Oleh: Nur Mursidi 

Foto oleh orangeacid, Some rights reserved. 
Cantik Itu Luka, demikianlah Eka Kurniawan, sang pengarang, memberi judul pada novel pertamanya yang telah diterbitkan Desember tahun lalu atas kerja sama AKY (Akademi Kebudayaan Yogyakarta) dan penerbit Jendela. Sungguh satu judul yang bisa dikata cukup melankolis dan manis. Selain itu, ditulis oleh seorang pengarang yang namanya hampir [...]

05  July  2003

Pascakolonialitas dalam Novel Cantik itu Luka

Foto oleh INTVGene, Some rights reserved. 
Dalam eseinya “Air Bah dalam Novel ‘Cantik itu Luka’” di Media Indonesia 2 Maret 2003, tampak jelas kebingungan Maman S. Mahayana dalam menghadapi karya Eka Kurniawan itu. “Estetika model mana yang hendak dimainkan Eka Kurniawan dalam Cantik itu Luka?” tanyanya. Novel Eka itu bukan karya realis seperti karya Pramoedya Ananta [...]

28  June  2003

Pelacur Dibayar Uang, Istri Dibayar Cinta

Oleh: Raudal Tanjung Banua 

Foto oleh gotplaid?, Some rights reserved. 
Membaca novel “Cantik Itu Luka” karya Eka Kurniawan (Aky Press-Jendela, 2003) kita akan bersua cinta membara di antara tokoh-tokohnya. Di tengah ”kegilaan” nilai-nilai seperti pelacuran, perselingkuhan, perang, pembanditan, dan kekuasaan, cinta menjadi sangat esensial, baik bagi ”muatan moral” - kalau memang pertanggungjawaban kepada publik pembaca masih mempertimbangkan [...]

28  June  2003

Luka itu Mengalir Sampai Jauh

Oleh: Bindhad Nurrohmat

Pierre Puvis De Chavannes: The Toilette, foto oleh freeparking, Some rights reserved. 
Membaca novel bagi pembaca bebas dan impresif, tak selalu, apalagi harus, mengejar kalimat pertama hingga terakhir hanya demi menggapai keutuhan yang serbapadu dari aneka unsur yang berhuni di dalam novel. Kadang justru bukan keutuhan itulah yang menyihirkan pesona dan mungkin juga justru [...]