28  June  2008

Bagaimana Menulis Novel? (2)

Foto oleh: Ella’s Dad, Some rights reserved.
Saya terpaksa menulis posting ini sepenggal-sepenggal karena masih di tengah proses “membereskan” novel saya. Dan saya memposting ini, sama seperti semula, juga sebagai catatan untuk mengingat-ingat.
Barangkali saya pernah mengatakannya: novel ketiga saya berlatar masuk dan perkembangan Islam di Nusantara. Ada dua hal yang harus saya perbaiki dalam beberapa hari [...]

20  June  2008

Bagaimana Menulis Novel? (1)

Foto oleh: icultist, Some rights reserved.
Bulan lalu saya berjanji untuk menyerahkan naskah novel saya ke penerbit. Harus saya akui, saya mengurungkannya: mundur lagi. Ada beberapa hal di dalam novel itu yang harus saya perbaiki dan saya masih mencari-cari cara terbaik. Untuk itu, hari-hari ini saya kembali menggelar karpet di ruang tamu. Buku-buku referensi kembali digelar [...]

12  May  2008

Sebab Kode Adalah Puisi

Sekiranya Borges masih hidup, barangkali ia akan menjadi penulis paling getol on-line. Bagaimana tidak, banyak orang yang percaya, sebelum internet ditemukan, Borges telah “memimpikan” dunia internet dalam cerita-cerita pendeknya. Ingat perihal ensiklopedia yang disusun secara diam-diam oleh sekelompok orang sehingga menghasilkan dunia yang baru? Bukankah hal ini sekarang menjadi mungkin dengan perangkat lunak wiki sebagaimana dipergunakan di wikipedia.org? Atau perihal teks yang bisa merujuk ke teks lain tanpa batas? Sejak ditemukan internet, kita sudah mengenal “link”.

10  May  2008

Tips Menulis Puisi di Wordpress

Foto oleh: xfce, Some rights reserved.

Karena berbagai kemudahannya, saya selalu menyarankan kepada beberapa teman yang ingin nge-blog dengan domain dan hosting sendiri, untuk mempergunakan Wordpress. Sejujur nya, dibandingkan Textpattern atau Drupal, banyak hal yang tidak dimiliki Wordpress memang; tapi menyangkut kemudahan, Wordpress memberikan lebih banyak kenyamanan. Setelah membantu beberapa teman menginstalasi Wordpress, ada baiknya mungkin [...]

26  March  2008

Bisakah “Hidup” dengan Menulis?
Bisakah Hidup “Tanpa” Menulis?

Yang saya maksud bukan pekerjaan yang penulisnya memperoleh upah bulanan dari perusahaan: katakanlah wartawan atau copy editor di perusahaan iklan. Yang saya maksud adalah, bisakah “hidup” hanya menjadi penulis tanpa terikat kepada perusahaan tertentu. Artinya, penulis bisa bekerja dimana saja, untuk siapa saja, dan bahkan, menulis apa yang disukainya saja — dan ia dibayar per tulisan yang dibuatnya?

08  March  2008

Writer’s Block, Bagian 2: Lubang Cacing

Dalam menyikapi writer’s block, saya selalu merujuk kepada sebuah pepatah lama: sedia payung sebelum hujan. Ya, menurut saya, cara terbaik untuk menghindari writer’s block adalah persiapan yang memadai. Jika payung kita anggapkan sebagai perkakas menghindari hujan; dalam bayangan saya, tentu ada juga perkakas yang dibutuhkan seorang penulis ketika hendak menulis. Perkakas inilah yang saya pikir barangkali bisa membebaskan diri kita dari writer’s block.

28  February  2008

Writer’s Block, Bagian 1: Jalan Belukar

Dalam memoarnya, A Movable Feast, Ernest Hemingway menyinggung soal writer’s block dengan mengenang apa yang biasa ia lakukan jika penyakit itu datang. Ia biasanya berdiri dan memandang atap-atap bangunan kota Paris sambil berpikir, “Jangan cemas. Kamu selalu menulis sebelumnya, dan kamu akan menulis sekarang. Yang harus kamu lakukan hanyalah menulis satu kalimat yang sebenarnya, dan terus menulis dari sana.”

12  November  2007

“Bi wa Kizu” di Kinokuniya Plasa Senayan

Foto oleh ahisgett, Some rights reserved.
Kapan seseorang merasa telah menjadi seorang penulis? Bagi saya, itu ketika saya melihat apa yang saya tulis sudah dicetak. Jujur saja, saya barangkali termasuk pengidap grafomania, itu istilah Milan Kundera untuk mengatakan, orang yang senang mencetak apa pun yang ditulisnya. Tentu saja saya tidak mencetak apa pun yang saya tulis. [...]

07  October  2006

Proses Kreatif: Penulis sebagai si Juru Masak

Tugas pertama seorang penulis, menurut saya, kurang lebih mirip dengan juru masak, yakni: tidak membuat tulisan yang tidak enak dibaca. Menulis apa pun, baik sekadar surat pembaca maupun traktat filsafat, sebaiknya memang enak dibaca. Percuma bukan, menulis ratusan halaman jika orang hanya betah membaca satu-dua paragraf? Percuma bukan, memasak berloyang-loyang jika orang hanya tahan makan satu suap?

19  March  2005

Dari Mana Datangnya Cerita?

Adalah seorang putri bernama Syahrazad yang menyerahkan dirinya untuk dinikahi sang raja lalim bernama Syahrial. Sang putri melakukan itu untuk menghindari kurban lebih banyak, sebab sang raja selalu membunuh pengantinnya selepas melewati malam pertama. Tapi dengan cara apa Syahrazad sendiri menyelamatkan nyawanya? Jawabannya: dengan bercerita. Setiap malam, Syahrazad menceritakan sederet kisah yang akan digantung ketika fajar menjelang. Sang raja akhirnya tak pernah memenggal kepada sang putri, sebab ia selalu ingin mendengar lanjutan kisah yang diceritakan Syahrazad, begitu pula besok paginya, dan besoknya, dan besoknya. Sekarang kita menyebut dongeng tersebut sebagai Kisah Seribu Satu Malam.