10  April  2008

Dari Sampul Buku Binhad Hingga Blog Djenar

 


Sampul Buku Demonstran Sexy 

Di sela urusan tulis-menulis, jika memperoleh waktu luang ada dua hal yang saya suka lakukan: membuat grafis dan mengutak-atik internet (dari sekadar browsing sampai membongkar kode PHP). Soal grafis, saya memang pernah sekolah desain grafis (selain kuliah filsafat) waktu di Yogyakarta. Soal internet, saya tanya-tanya ke teman dan rajin membaca artikel-artikel manual yang bertebaran — tapi jangan sekali-kali menganggap saya pinter soal ini karena kenyataannya memang jauh dari pinter.

Buku-buku awal saya, (Cantik itu Luka versi penerbit Jendela, Pramoedya Ananta Toer dan Sastra Realisme Sosialis semua versi tiga penerbit, Corat-coret di Toilet) saya bikin sendiri sampulnya. Buku orang lain yang pernah saya bikin, sejauh yang saya ingat: Air Kaldera (Joni Ariadinata), Beatniks dan Puisi-puisi Lainnya (Nuruddin Asyhadie), Orang-orang Proyek (Ahmad Tohari — versi Penerbit Jendela), Sebuah Kitab yang Tak Suci (Puthut EA) dan belum lama ini buku puisi baru Binhad Nurrohmat, Demonstran Sexy. Saya juga membuat ilustrasi untuk sampul dan isi buku kumpulan cerpen Ratih Kumala, Larutan Senja.

Di luar itu, masih ada beberapa proyek desain lain yang pernah saya kerjakan, sebagian besar saya sudah lupa. Selain menggarap sampul buku, yang paling saya suka dari pekerjaan sebagai desainer adalah membuat grafis untuk t-shirt (kaus oblong). Waktu saya masih kuliah, saya sering membuat kaus oblong dengan grafis yang saya bikin sendiri. Meskipun hanya saya jual di antara teman-teman dengan cara selalu membawa kausnya di dalam tas punggung, saya memberinya label sebagaimana kaus yang dijual di toko. Labelnya bernama “Teteruga”, yang berarti kura-kura (seorang teman asal Irian memberi saya nama itu). Hasilnya lumayan untuk jajan dan membeli buku. Hehehe.

Bisnis “Teteruga” saya berhenti ketika krisis ekonomi tahun 1997, selain karena saya mulai sibuk untuk menyelesaikan kuliah dan menulis buku Pramoedya Ananta Toer dan Sastra Realisme Sosialis. Meskipun begitu saya tak pernah berhenti membuat desain kaus oblong. Di komputer saya barangkali sudah lebih dari seratusan desain untuk oblong yang belum pernah dicetak. Jujur saja, suatu hari kalau saya cukup punya uang, saya ingin punya toko yang hanya menjual kaus oblong yang saya desain tersebut. Mudah-mudahan kesampaian (amin!).

Nah, mengenai internet, saya mulai memaksakan diri mengerti cara bikin halaman web ketika bersama teman-teman membuat situs bumimanusia.or.id (sudah tutup). Itu tahun 2000 dan waktu itu kalau tidak salah belum ada Wordpress maupun Blogspot! Meskipun sampai hari ini saya enggak ngerti logika bahasanya, saya mencoba untuk tahu cara mengedit PHP dan MySql dan sejauh ini cukup berhasil untuk tidak membuat desain bumimanusia.or.id berantakan, (bravo!).

Beruntung ketika saya memulai blog ini, Wordpress sudah ada. Bagi saya, Wordpress benar-benar memudahkan orang untuk ngeblog, terutama untuk orang yang ingin memakai domain dan hosting sendiri seperti saya. Tinggal instal Wordpress ke server, cari theme yang menarik, tinggal ngetik blog! Meskipun begitu, masih juga saya ingin mencoba mendesain sendiri blog di atas template Wordpress ini. Dengan kemampuan PHP yang pas-pasan, saya mencoba membuat theme sendiri. Hasilnya adalah desain blog ini, yang dengan norak saya beri nama Faulkner for Wordpress, (ceritanya biar nyaingin theme Wordpress yang sangat terkenal bernama Hemingway itu lho!).

Sekali lagi, Wordpress membuat ngeblog jadi gampang. Dan untuk itu saya mulai membujuki teman-teman saya untuk mulai ngeblog. Kalau perlu saya akan bantuin untuk urusan membeli domain, sewa server, menginstal Wordpress dan memilihkan theme yang cocok (selain Faulkner for Wordpress, saya enggak janji punya waktu untuk membuat theme sendiri; paling banter mengedit sedikit dari free theme yang sudah ada). Yang pertama dibujuk, tentu saja istri saya. Ia ngeblog di ratihkumala.com. Teman saya di bumimanusia.or.id, Nuruddin Asyhadie, juga mulai ngeblog di nuruddinasyhadie.com. Nuredan (panggilan saya untuk Nuruddin), cukup expert untuk mengotak-atik sendiri Wordpressnya hingga berantakan (haha).

Selanjutnya inilah tiga orang yang sudah berhasil saya bujuk membuat blog: Richard Oh di richardoh.net. Richard selain menulis tiga novel, juga dikenal sebagai sutradara film. Adi Wicaksono di adiwicaksono.com. Adi dikenal sebagai penyair, juga sesekali menulis esai film dan seni rupa. Terakhir, Djenar Maesa Ayu juga mulai ngeblog di djenar.com. Djenar selain menulis tiga kumpulan cerpen, satu novel, kini bertambah predikatnya sebagai sutradara film. Mereka membeli domain dan menyewa servernya sendiri, saya bantuin yang lebih teknis (gini-gini bolehlah jadi konsultan, caila!). Khusus blog Djenar, karena masih bayi, masih dalam pengerjaan. Jadi mohon maaf jika kontennya masih berupa sampel, hehehe (ayo, Bu, mulai nulis, ya!).

Bagaimanapun, happy blogging, Teman-teman. Siapa yang mau menyusul ngeblog?

Update (Malam yang Sama, Beda Tanggal)

Proyek desain terbaru, tentu saja merencanakan sampul buku novel ketiga saya, Malam Seribu Bulan yang sudah dijadwalkan terbit pertengahan tahun ini. Punya ide?

Three Kongdoms Puisi 1: ʞılɐqɹǝʇ uɐsılnʇ

4 Komentar untuk “Dari Sampul Buku Binhad Hingga Blog Djenar”

husnimunir :

minta ide sih boleh aja..tapi kalau kagak ngerti isinya kan bisa meleset jauuuh .. isinya tentang perampuan cantik yang terluka dan gambar depannya harimau setengah manusia :p pasti gak nyambung kan..so idenya ntar aja kalau bukunya udah terbit .. :p

mufti :

Hidup textpattern!!! (eh?)

Bikin aja lagit yang bulannya bertebaran macam bintang. :D
Atau bikin gambar orang di mesjid di bulan ramadhan. :D

agus2noor :

Waah, mau tuh diajarin… biar makin keren blog aku

woi, jagger:
Kayaknya mesti bikin buku baru, judulnya: 100 Jurus Ngedesain Blog. Hehehe…
(ekakurniawan)

sarastia :

oh ya, mas eka, mailist sastra yang ok yang mana sih?. saya pingin ikutan.

sarastia:
aku sendiri nggak begitu aktif di milis. tapi cobain apresiasi-sastra@yahoogroups.com

Komentarmu