05 June 2008
Tiga Lukisan, Mei 2008
- Pelacur Lapar dan Anjing-anjing Naik ke Surga
- Pelajaran Menangkap Lalat
- Lebih Malam dari Malam
Ini tiga lukisan yang saya bikin sepanjang minggu terakhir Mei 2008. Awalnya karena Richard tanya, “Kamu bisa gambar, kenapa nggak melukis?” Kami pergi ke Plaza Semanggi, dan dari sana kami membeli empat kanvas dan beberapa botol cat acrylic setengah literan. Satu kanvas dipakai Djenar. Untuk melihat detailnya, sila klik gambar di atas. It’s not bad, ha?
Diposting dengan kata kunci: Lukisan



waaaa akhirnya tayang juga …. Ka ini namanya aliran lukisannya apa ya??
hei karaktermu udah kelihatan lho, keep ur creativities…
husni:
aliran drunken master, kali, hehehe…
buat Ema Sujalma:
thanks, ya!
mmm…ternyata bung eka multi talenta..
nice picture, dude!
yang tengah tu self potrait-nya kak eka ya?.he3.
adibaskoro:
jadi malu, neh … :*)
sarastia:
enggak kebagusan tuh, self portrait? hehe…
iyaaaaaaaaaaaa………………..gimana kak, dah nonton to yuma lom?.kak, yang gak kak bisa tu apa ya?.he3. (ne sengaja ngejilat, biar dijawab to yumanya.he3.)
kak, saya dulu ingat nyinggung arsuka dengan membandingkannya dengan ahdi susanto. huuuhhhhhhh, nyesel kak. saya bodoh ya. arsuka kok saya bandingkan ma hadi susanto. arsuka kerennnnnnn..cuma kangen aja kali knapa di koran2 gak da tulsian dia lagi. jadi keki. saya emang labil sekali kok kak. aduhhhhhhhhh…saya nyari2 di mana saya nulis dulu itu, tapi gak ketemu, maaf saya tulis di sini ya kak..saya gak bisa bobo kalau gak nulisin penyesalan ini. aduhhh…
Ah, pelacur, lalat, anjing. Kenapa mereka selalu diperlakukan istimewa oleh seniman dan selalu mereka, kenapa bukan kebo, coro, atau tukang baxo? Lukisannya lucu juga